Selasa, 26 November 2024, Fakultas Bisnis, Bahasa, dan Pendidikan (FBBP) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Pemanfaatan Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penelitian Bisnis dan Sosial.” Acara ini terselenggara berkat kolaborasi FBBP Unipdu dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang dan menghadirkan narasumber Dr. Agus Budhi Santosa, S.Si., M.T., seorang Statistisi Ahli Madya di BPS Jombang.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa semester lima dari berbagai program studi, yaitu S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Matematika, S1 Sastra Inggris, dan S1 Administrasi Bisnis. Semua peserta saat ini tengah menempuh mata kuliah metode penelitian di program studi masing-masing, sehingga materi yang disampaikan sangat relevan untuk mendukung pemahaman mereka tentang pengumpulan dan analisis data.
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FBBP Unipdu, Dr. Wiwik Maryati, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara FBBP Unipdu dan BPS Jombang. Menurutnya, komitmen FBBP untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mencakup kerja sama dengan berbagai instansi. Kolaborasi dengan BPS ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara teori yang diajarkan di kelas dan pemanfaatan data statistik nyata di lapangan.
Dr. Agus Budhi Santosa memaparkan berbagai materi menarik yang menunjukkan pentingnya data statistik dalam penelitian bisnis dan sosial. Ia membuka sesi kuliah umum dengan menekankan bahwa data yang berkualitas tinggi adalah fondasi dalam perumusan kebijakan yang efektif. Di era modern, data bahkan dianggap lebih berharga daripada minyak, menunjukkan betapa vitalnya peran informasi dalam pengambilan keputusan di berbagai bidang.
Ia menjelaskan bahwa BPS merupakan penyedia data resmi yang diakui di Indonesia, dengan cakupan data yang sangat luas, meliputi demografi, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sistem Statistik Nasional yang dikelola oleh BPS mencakup tiga kategori utama, yaitu statistik dasar, statistik khusus, dan statistik sektoral. Selain itu, BPS juga melakukan tiga sensus besar setiap 10 tahun, yaitu sensus penduduk, sensus pertanian, dan sensus ekonomi.
Dr. Agus menjelaskan bahwa data yang dihasilkan oleh BPS telah memenuhi prinsip dasar United Nations Fundamental Principles of Official Statistics, menggunakan metodologi standar, serta didukung oleh sistem statistik nasional yang kuat. Data-data ini diperoleh melalui berbagai metode, seperti sensus, survei, dan kompilasi produk administrasi. Dalam praktiknya, pengumpulan data menggunakan berbagai moda seperti wawancara langsung dengan metode PAPI, CAPI, dan CATI, serta melalui kuesioner.
Selain itu, Dr. Agus memaparkan tahapan kegiatan statistik, mulai dari perencanaan data, pengumpulan, pemeriksaan, hingga penyebarluasan informasi. Dalam konteks penelitian, ia juga memberikan strategi konkret untuk memanfaatkan data BPS, yaitu dengan mengidentifikasi tujuan penelitian, memilih data yang relevan, menganalisis data, dan menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan.
Salah satu fakta menarik yang diungkapkan adalah tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK, meskipun sekolah tersebut dirancang untuk mempersiapkan siswa langsung memasuki dunia kerja. Dr. Agus menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama masalah ini adalah kecenderungan lulusan SMK untuk terlalu selektif dalam mencari pekerjaan. Temuan ini memancing diskusi di antara peserta kuliah umum, termasuk pertanyaan tentang bagaimana BPS menangani data kualitatif dalam pengambilan data, mengingat beberapa fenomena sosial tidak selalu terwakili secara numerik.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Agus menekankan bahwa peran BPS adalah “memotret” data secara obyektif tanpa memberikan interpretasi eksplisit. Data yang dikumpulkan bersifat agregat untuk menjaga kerahasiaan dan validitasnya, serta tidak dipublikasikan dalam detail yang terlalu spesifik. Namun, ia juga menjelaskan bahwa data kualitatif dapat dilibatkan melalui wawancara atau observasi dalam survei tertentu jika relevan dengan tujuan penelitian.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana statistik resmi yang dihasilkan BPS dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasional. Statistik ini dihasilkan dengan mengikuti metodologi yang ketat dan prinsip transparansi. Misalnya, data BPS digunakan sebagai sumber informasi utama dalam perencanaan pembangunan di berbagai sektor. Dari data ekonomi hingga sosial, BPS menyediakan kerangka dasar untuk pengambilan keputusan berbasis bukti.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai cara untuk memanfaatkan data statistik dalam penelitian mereka. Dr. Agus mengajak peserta untuk memahami pentingnya data yang valid dan relevan sebagai landasan penelitian, sekaligus memperhatikan strategi penggunaan data dalam konteks yang lebih luas.
Sebagai penutup, ia mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menggunakan data BPS dalam penelitian mereka, terutama karena data ini dapat memberikan wawasan berharga tentang kondisi riil masyarakat Indonesia. Dengan memahami proses pengumpulan hingga analisis data, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat tidak hanya bagi dunia akademik tetapi juga bagi pengembangan kebijakan publik di masa depan.
Kuliah umum ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna, memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya statistik dalam menyelesaikan tantangan-tantangan sosial dan ekonomi. Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan, terutama dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan ketertarikan mereka untuk menggali lebih dalam tentang peran BPS dan pemanfaatan data resmi dalam penelitian mereka.